Skip to main content

mushaf-al-quran.html

Semua orang tahu Al-Qur’an itu kitab suci umat Islam. Tapi, pernah nggak sih sobat kepikiran, kapan sih Al-Qur’an pertama kali dicetak, di mana, dan siapa yang bikin cetakannya? Ternyata jawabannya nggak sesederhana itu, dan sejarahnya panjang banget, penuh cerita menarik yang jarang diketahui banyak orang.

Sejarah pencetakan Al-Qur’an selama ini kurang mendapat perhatian dari para sarjana muslim maupun non-muslim. Biasanya, sejarah percetakan di dunia Islam dibahas dari sudut modernisasi dan politisasi penguasa, bukan dari sisi Al-Qur’an. Akibatnya, informasi yang tersedia sering minim, terpotong-potong, dan kadang simpang siur.

Mengapa Penting Mengetahui Sejarah Pencetakan Al-Qur’an?
Sejarah bukan sekadar kenangan masa lalu, tapi cermin untuk membangun peradaban masa kini. Mengetahui sejarah pencetakan Al-Qur’an penting karena:

  1. Ini bagian dari sejarah Al-Qur’an yang tidak boleh diabaikan. Barat, dengan mesin cetaknya, adalah pihak pertama yang mampu mencetak Al-Qur’an secara massal.
  2. Sejarah ini menunjukkan pertemuan dua kultur: Timur yang berislam dan Barat yang memiliki mesin cetak.
  3. Sejarah pencetakan penuh nuansa kompleks, termasuk kepentingan politik, religius, dan intrik.

Al-Qur’an Cetakan Venice (1537–1538)
Mayoritas sarjana sepakat bahwa Al-Qur’an pertama kali dicetak dengan moveable type oleh Paganino dan Alessandro Paganini di Venice, Italia. Cetakan ini awalnya ditujukan untuk dikirim ke Kesultanan Ottoman, namun banyak kesalahan cetak dan layout yang buruk membuatnya ditolak. Beberapa sumber bahkan menyebut bahwa cetakan ini dihancurkan.

Terjemahan Al-Qur’an Awal dan Cetakan Basel
Sebelum Venice, terjemahan Al-Qur’an ke bahasa Latin pertama dilakukan oleh Robert of Ketton pada 1143, di Toledo, Spanyol. Terjemahan ini menjadi standar untuk terjemahan Al-Qur’an ke bahasa Eropa selama beberapa abad. Empat abad kemudian, edisi ini dicetak di Basel (1543) dengan pengantar Martin Luther. Banyak kesalahan dan distorsi terjadi karena sikap permusuhan terhadap Islam.

Cetakan Lain di Eropa

  • Hamburg (1694): Abraham Hinckelmann mencetak teks Arab tanpa terjemahan, lalu Ludovico Maracci menambahkan terjemahan Latin.
  • St. Petersburg (1787): Cetakan ini dilakukan atas perintah Tsarina Catherine II untuk memudahkan Muslim Turki mengakses Al-Qur’an.
  • Leipzig (1834): Gustav Flügel mencetak Al-Qur’an dengan pedoman penggunaan (concordance), menjadi dasar penelitian Al-Qur’an modern.

Percetakan Al-Qur’an di Dunia Islam

  • Mesir (1822–1925): Pencetakan Al-Qur’an baru dimulai secara modern pada 1924, menggunakan rasm Utsmani dan riwayat Hafs dari Asim. Edisi Mesir ini menjadi standar hingga sekarang.
  • Indonesia (1848–1957): Percetakan pertama di Palembang menggunakan litografi, kemudian berkembang melalui penerbit-penerbit seperti Salim Nabhan, dan percetakan menara Kudus. Lajnah Pentashih Al-Qur’an dibentuk pada 1957 untuk menjaga kemurnian teks.
  • Turki dan Arab Saudi (1947–sekarang): Al-Qur’an dicetak dengan teknik offset modern, termasuk percetakan Raja Fadh di Arab Saudi yang menjadi percetakan terbesar di dunia.

Kesimpulan
Sejak percetakan pertama di Venice hingga percetakan modern di Mesir dan Arab Saudi, sejarah pencetakan Al-Qur’an menunjukkan perjalanan panjang dari penolakan, kesalahan cetak, hingga standarisasi bacaan. Saat ini, versi Hafs dari Asim adalah yang paling banyak beredar, menjadikan Al-Qur’an lebih mudah diakses oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Daftar Pustaka

Hamam Faizin, Pencetakan Al-Qur’an dari Venesia Hingga Indonesia, Jurnal ESENSIA Vol.XII No. 1 Januari 2011

Khairul Anwar Muhammad, Sejarah Permulaan Percetakan Al-Quran dan Penggunaan Rasm Uthmani, Proceedings of the 7th International Conference on Quran as Foundation of Civilization (SWAT 2021) FPQS, Universiti Sains Islam Malaysia, 6-7 October 2021  

https://www.islampos.com/pencetakan-al-quran-266452/#google_vignette

https://tafsiralquran.id/sejarah-pencetakan-al-quran-dari-italia-hingga-indonesia/

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses