Skip to main content
AgendaBeritaKajianNews

TAMMARA: Membaca Ulang Peran Manusia sebagai Khalifah dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

By 20 Desember 2025No Comments

Tangerang Selatan, 25 September 2025 — HIQMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar kajian rutin malam Jumat dengan mengangkat tema “Ekoteologi Islam: Membaca Ulang Peran Manusia sebagai Khalifah dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan.”  Tema ini diangkat atas dasar fenomena krisis lingkungan global seperti kerusakan alam, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya yang berlebihan saat ini menjadi isu mendesak yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai perspektif, termasuk dari perspektif agama.

Dalam kajian tersebut, Dr. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A., mengajak umat Islam untuk meninjau kembali ajaran Islam melalui pendekatan ekoteologi, yaitu pemahaman teologis yang menempatkan lingkungan sebagai bagian integral dari amanah keimanan kepada Allah Swt.. Menurutnya, Islam memandang alam bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan ciptaan Allah Swt. yang memiliki nilai sakral dan merupakan tanda-tanda kebesaran-Nya (ayat kauniyah).

Pemateri menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini sejatinya mencerminkan krisis spiritual manusia. Kelalaian terhadap nilai-nilai tauhid dan amanah kekhalifahan menyebabkan manusia memperlakukan alam secara tidak bertanggung jawab. Padahal, dalam ajaran Islam, manusia diciptakan sebagai khalifah fil ardh, yakni pemimpin dan pengelola bumi yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga keseimbangan ekosistem. “Peran khalifah bukan berarti bebas menguasai dan mengeksploitasi alam, tetapi menjaga, merawat, dan memastikan keberlanjutannya bagi generasi mendatang. Merusak alam berarti mengkhianati amanah Allah Swt,” tegasnya.

Lebih lanjut, kajian ini menguraikan sejumlah prinsip utama Islam yang relevan dalam upaya pelestarian lingkungan, di antaranya prinsip amanah, keseimbangan (mizan), larangan israf (berlebih-lebihan) dan fasad (perusakan), serta tanggung jawab kolektif. Islam, menurut pemateri, secara tegas melarang segala bentuk perilaku yang merusak tatanan alam dan mendorong umatnya untuk hidup selaras dengan keseimbangan ciptaan Allah Swt..

Ustaz Hasani Ahmad Said menekankan bahwa krisis lingkungan saat ini menuntut perubahan paradigma manusia dalam memandang alam. Pendekatan ekoteologi Islam menawarkan solusi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga spiritual, etis, dan sosial. Kesadaran ekologis harus berjalan seiring dengan kesadaran beragama, sehingga nilai-nilai ibadah tercermin dalam perilaku ramah lingkungan.

Melalui kajian ini, umat Islam diajak untuk merefleksikan kembali perannya sebagai khalifah Allah di bumi. Menjaga kelestarian lingkungan bukan semata tanggung jawab sosial, melainkan bagian dari ibadah dan wujud nyata keimanan. Dengan mengamalkan nilai-nilai ekoteologi Islam, diharapkan terbangun hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses