
sumber gambar: https://irieq.blogspot.com/2019/09/6
Pada suatu pagi ketika Rasulullah saw. berkumpul dengan para sahabat, beliau melontarkan pertanyaan.
“Siapakah makhluk Allah yang imannya paling menakjubkan?” para sahabat langsung menjawab cepat, “Malaikat!”
Rasulullah saw. menukas, “Bagaimana para malaikat tidak akan beriman, sementara mereka adalah pelaksana perintah Allah Swt. ?” Sahabat menjawab lagi, “Kalau bukan malaikat, berati tak lain adalah para Nabi dan Rasul!”
Rasullullah saw. kembali menukas, “Bagaimana para nabi tidak beriman, sementara wahyu turun kepada mereka.”
Para sahabat masih berpikir untuk memberikan jawaban lain, “Kalau begitu para sahabatmu sebagai orang yang menerima dakwahmu secara langsung dan mengimaninya,” dengan mantap para sahabat menjawab dengan lantang.
Untuk ketiga kalinya pula jawaban mereka disambut dengan gelengan Rasulullah saw. “Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman, sementara mereka menyaksikan kerasulanku dan yang paling dekat denganku.”
Dari ketiga pertanyaan yang dilemparkan oleh Rasulullah saw. dan dijawab oleh para sahabat ternyata semua jawabannya melesat. Ternyata bukan malaikat, bukan para nabi dan juga para sahabat yang dinilai paling tinggi derajat keimanannya. Lantas siapakah yang memiliki iman paling tinggi yang dimaksud oleh Rasululllah saw.?
Rasulullah saw. Kemudian berkata, “Orang-orang yang paling menakjubkan keimanannya adalah orang-orang yang terlahir setelahku, beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku, tetapi mereka membenarkanku. Mereka itu saudara-saudaraku.”
Kisah tersebut dinukil dari sebuah hadis shohih dalam kitab Al-Mawaizh Al-Usfuriyah yang diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Ibnu Abbas.
أَعْجَبَ الناسِ إيمانًا: قومٌ يَجِيئُونَ من بَعْدِكُمْ فَيَجِدُونَ كتابًا مِنَ الوَحْيِ؛ فَيُؤْمِنُونَ بهِ ويَتَّبِعُونَهُ، فَهُمْ أَعْجَبُ الناسِ إيمانًا – أوْ الخَلْقِ إيمانًا
“Orang yang paling menakjubkan imannya adalah kaum yang mereka datang setelah kalian, lalu mereka menjumpai sebuah kitab yang berasal dari wahyu (Al-Qur’an), kemudian mereka mengimaninya dan mengikutinya. Mereka inilah orang yang paling menakjubkan imannya.”
MasyaAllah ternyata yang dimaksud baginda dari kisah tersebut dalam sabdanya adalah kita sebagai umat-Nya beliau. Kita memang bukanlah sahabat yang hidup semasa beliau dan menyaksikan serta membersamai Rasulullah saw. Dalam perjuangannya secara langsung. Kita juga bukanlah malaikat yang diciptakan tanpa memiliki hawa nafsu. Kita hanyalah manusia biasa, umat-Nya Rasulullah saw. yang penuh dengan kelemahan. Dalam kelemahan itu kita masih beriman pada Allah Swt. meski datang dengan langkah yang terseok-seok.
Berangkat dari riwayat di atas, kita bisa mengambil ibrah dalam memaknai iman sebagai sebuah tantangan atau ujian. Semakin besar tantangan yang Allah kasih dalam kehidupan kita maka tingkat keimanan kita akan semakin tinggi dan bertambah. Semakin sulit kita menjalankan keimanan namun kita tetap istiqomah maka nilai keimanan kita akan semakin berkualitas di sisi Allah Swt.
Semoga di tengah hingar-bingar dunia digital, notifikasi yang tiada henti, scroll tanpa akhir, dan rutinitas yang menguras energi, kita masih mampu menjaga iman di hati. Meski kadang goyah oleh tren yang menjauhkan, oleh rasa cemas yang tak jelas ujungnya, atau oleh kesendirian yang terasa berat, semoga langkah kita tetap menuju Allah. Meski kita tak pernah melihat Rasulullah saw., tak menyaksikan senyumnya, tak mendengar suaranya secara langsung tapi semoga cinta kita padanya tetap tumbuh, bukan hanya dalam kata, tapi juga dalam laku. Dan kelak, ketika dunia ini selesai dan semua sirna, semoga kita termasuk dalam barisan orang-orang yang dirindukan beliau yang dengan lembut disapanya sebagai “Saudara-saudaraku”.
Daftar Pustaka
Hosen, Nadirsyah. Mari Bicara Iman. Jakarta: Zaman, 2011, hlm. 181–182.
Hadi, Mukhtar. “Iman yang Menakjubkan.” Metrouniv.ac.id, 9 Maret 2023. Diakses 14 Agustus 2025 dari: https://www.metrouniv.ac.id/artikel/iman-yang-menakjubkan
Siregar, Rusman H. “Bukan Malaikat dan Sahabat Nabi, Inilah Orang yang Imannya Paling Menakjubkan.” Kalam.Sindonews.com, 25 Juni 2022. Diakses 14 Agustus 2025 dari: https://kalam.sindonews.com/read/808517/70/bukan-malaikat-dan-sahabat-nabi-inilah-orang-yang-imannya-paling-menakjubkan-1656140773