Skip to main content

Jakarta, 1 November 2025 — Momentum bersejarah terukir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saat kampus keislaman terkemuka ini untuk pertama kalinya menggelar Wisuda Tahfiz Akbar dan Seminar Nasional Kealqur’anan. Tidak hanya di lingkungan UIN Jakarta, kegiatan ini juga tercatat sebagai Wisuda Tahfiz Akbar pertama di antara seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Acara yang berlangsung penuh khidmat dan haru di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (1/11), menjadi tonggak lahirnya generasi Qur’ani dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi UIN Jakarta.

Dengan mengusung tema “Menghafal di Tengah Dinamika, Menjaga dalam Tantangan Masa, Konsisten Menghayati Kalam Sang Maha Kuasa,” kegiatan ini menegaskan komitmen UIN Jakarta untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan akademik, sosial, dan spiritual civitas akademika.

Lahirkan 174 Hafizh dan Hafizhah, Termasuk Penyandang Disabilitas

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana, Muhammad Haikal Hibrizi, menyampaikan bahwa sebanyak 174 mahasiswa resmi diwisuda, terdiri atas 60 peserta ikhwan dan 114 peserta akhwat. Di antara mereka, terdapat pula peserta penyandang disabilitas dan tunanetra yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an — capaian luar biasa yang menginspirasi seluruh hadirin. “Jangan pernah berhenti menghafal dan memurojaah Al-Qur’an. Tidak ada yang namanya mantan penghafal Al-Qur’an,” pesan Haikal dalam sambutannya.

Sejarah Baru di Dunia Kampus Islam

Ketua UKM Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (HIQMA) UIN Jakarta, Wildan Miftahudin, menyebut Wisuda Tahfiz Akbar ini sebagai babak baru dalam sejarah kampus Islam di Indonesia. “Wisuda Tahfiz Akbar ini merupakan yang pertama di lingkungan PTKIN. Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi sekaligus pilot project bagi kampus lain dalam melahirkan generasi Qur’ani,” ujarnya.

Acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Prof. Dr. KH. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A. (Pembina HIQMA sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik), Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan), dan Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Jakarta).

Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, Wisuda Tahfiz Akbar bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi dari visi besar UIN Jakarta dalam membangun keilmuan yang berlandaskan spiritualitas Al-Qur’an. “Momentum ini menjadi pengingat bahwa kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan kematangan spiritual. Para hafizh dan hafizhah adalah penjaga cahaya di tengah derasnya arus modernitas,” ujar Rektor.

Pesan Mendalam dari Menteri Agama

Kehadiran Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., turut menambah kekhidmatan suasana. Di tengah jadwal yang padat, beliau meluangkan waktu untuk hadir dan memberikan apresiasi kepada para hafizh dan hafizhah. Saat waktu baru menunjukkan pukul 12.17 WIB, kegiatan ini tercatat sebagai acara kelima yang dihadirinya pada hari yang sama.

Dalam keynote speech-nya, Menteri Nasaruddin menegaskan bahwa kekuatan umat Islam akan semakin kokoh dengan bertambahnya para penghafal Al-Qur’an. Ia juga menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh hafizh dan hafizhah. “Para penghafal Al-Qur’an adalah orang-orang pilihan Allah. Hafalan itu adalah amanah besar yang harus dijaga. Dosa kecil bagi orang awam bisa menjadi dosa besar bagi penghafal Al-Qur’an,” tegasnya.

Dari Hafalan Menuju Keteladanan

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan Qira’ah Sab’ah dan Doa Khatmil Qur’an oleh wisudawan 30 juz, disusul prosesi penyerahan penghargaan kepada para hafizh dan hafizhah. Suasana menjadi semakin haru ketika lagu “Aku Ingin Jadi Hafiz Qur’an” dibawakan oleh perwakilan wisudawan bersama UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM). Sebagai bentuk apresiasi, UIN Jakarta menganugerahkan Student Achievement Award (SAA) bagi wisudawan penghafal 30 juz, serta Beasiswa Social Trust Fund (STF) kepada enam peserta dengan capaian terbaik.

Acara ditutup dengan sesi Nasihat Kealqur’anan bertajuk “Dari Hafalan ke Keteladanan” bersama Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al-Munawar, M.A. dan Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, M.A., serta Seminar Nasional Kealqur’anan yang menghadirkan narasumber terkemuka: KH. Ulil Abshar Abdalla, Muhammad Nuruddin, Lc., M.A., dan Abuya Dr. Arrazy Hasyim, M.A., Hum.

Meneguhkan Jati Diri Kampus Qur’ani

Wisuda Tahfiz Akbar perdana ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Jakarta bersama UKM HIQMA untuk terus melahirkan generasi Qur’ani yang bukan hanya hafal, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan yang bertepatan dengan Milad ke-68 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, kampus menegaskan kembali jati dirinya sebagai perguruan tinggi integratif yang memadukan keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan, serta terus menebar cahaya Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses