
ilustrasi Nabi Muhammad saw. jpg – sumber: https://aceh.tribunnews.com/
Setiap bulan dalam kalender hijriyah memiliki keutamaan tersendiri. Ada bulan Ramadan yang dipenuhi dengan keberkahan puasa, ada bulan Muharram yang disebut sebagai syahrullah (bulan Allah), dan ada pula bulan Rabi‘ul Awal yang tak kalah istimewa. Di bulan inilah lahir sosok manusia paling agung, pembawa risalah, rahmat bagi seluruh alam yaitu Nabi Muhammad saw.
Tak heran jika banyak kaum muslimin menyebut bulan ini sebagai Bulan Maulid. Ia bukan sekadar catatan sejarah, melainkan momentum untuk memperbarui cinta kita kepada Rasulullah saw. Seperti pepatah Arab mengatakan:
مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا أَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِهِ
“Barangsiapa mencintai sesuatu, maka ia akan banyak menyebutnya.”
Begitu pula cinta kita kepada Nabi Muhammad saw. salah satu buktinya adalah memperbanyak mengingat dan meneladani beliau, terutama di bulan kelahiran ini.
Namun, bagaimana sebenarnya kita bisa meraih keberkahan di bulan Maulid? Apakah cukup dengan sekadar perayaan simbolik, atau ada amalan-amalan yang lebih esensial untuk dilakukan? Berikut beberapa amalan yang dianjurkan oleh para ulama dan bersumber dari Al-Qur’an serta hadis.
- Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad saw.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwasannya Allah swt. memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat kepada Rasulullah saw. Di surah Al-Ahzab [33]: 56
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Dalam riwayat Imam Ahmad juga disebutkan, shalawat yang dilantunkan seorang hamba kepada Nabi Muhammad saw. akan dibalas dengan ganjaran besar dari Allah. Setiap satu kali shalawat, Allah akan menurunkan sepuluh rahmat, menghapuskan sepuluh kesalahan, serta meninggikan derajatnya sebanyak sepuluh tingkatan. Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Artinya: “Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali kebaikan, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan diangkat baginya sepuluh derajat.” (HR. Ahmad).
- Berpuasa
Dalam Kanz an-Najah wa as-Surur fi al-Ad‘iyah allati Tasyrahus Shudur disebutkan bahwa memperbanyak puasa serta shalawat di bulan Rabi‘ul Awal merupakan wujud rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad saw. Amalan ini termasuk ibadah yang sangat dianjurkan, karena selain bernilai kebaikan, ia juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah melalui penghormatan kepada Rasulullah saw.
Rasulullah saw. sendiri mencontohkan dengan berpuasa di hari Senin, hari yang memiliki makna khusus dalam sejarah kenabian. Dalam sebuah hadis beliau bersabda:
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
Artinya: “Nabi saw. ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab: Itu adalah hari aku dilahirkan, pada hari itu aku diutus, dan pada hari itu pula aku mendapatkan wahyu.”
- Merayakan Maulid Nabi Muhammad saw.
Di antara amalan sunnah yang dianjurkan pada bulan Rabi‘ul Awal adalah melaksanakan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. Syekh Abdul Hamid Kudus menjelaskan bahwa peringatan Maulid termasuk bid‘ah hasanah (inovasi yang baik), karena di dalamnya terkandung banyak nilai kebaikan. Pandangan ini juga sejalan dengan pernyataan Imam Abu Syamah, guru dari Imam an-Nawawi. Beliau menilai bahwa salah satu amalan terbaik pada zamannya adalah tradisi memperingati kelahiran Nabi setiap tahun dengan beragam bentuk kebaikan: bersedekah, menolong fakir miskin, memperbanyak amal saleh, menebar kebahagiaan, hingga menghias suasana dengan penuh syukur.
Dalam penjelasannya, Imam Abu Syamah menyebut:
ثُمَّ إِنَّ عَمَلَ الْمَوْلِدِ وَاجْتِمَاعَ النَّاسِ لَهُ كَذَلِكَ مُسْتَحْسَنٌ، فَهُوَ بِدْعَةٌ حَسَنَةٌ. قَالَ الإِمَامُ أَبُو شَامَةَ شَيْخُ النَّوَوِيِّ: وَمِنْ أَحْسَنِ مَا ابْتُدِعَ فِي زَمَانِنَا مَا يُفْعَلُ كُلَّ عَامٍ فِي الْيَوْمِ الْمُوَافِقِ لِيَوْمِ مَوْلِدِهِ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الصَّدَقَاتِ وَالْمَعْرُوفِ، وَإِظْهَارِ الزِّينَةِ وَالسُّرُورِ، فَإِنَّ ذَلِكَ مَعَ مَا فِيهِ مِنَ الْإِحْسَانِ لِلْفُقَرَاءِ مُشْعِرٌ بِمَحَبَّةِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، وَتَعْظِيمِهِ فِي قَلْبِ فَاعِلِ ذَلِكَ، وَشُكْرِ اللهِ تَعَالَى عَلَى مَا مَنَّ بِهِ مِنْ إِيجَادِ رَسُولِهِ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، الَّذِي أَرْسَلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ.
Artinya: “Kemudian, mengadakan perayaan Maulid Nabi dan berkumpulnya orang-orang untuk tujuan ini juga dianggap baik, karena termasuk bid‘ah hasanah. Imam Abu Syamah, guru Imam Nawawi, berkata: ‘Di antara hal terbaik yang diadakan pada zaman kita adalah apa yang dilakukan setiap tahun pada hari yang sesuai dengan kelahiran Nabi Muhammad saw., seperti memberi sedekah, melakukan kebaikan, menampilkan hiasan dan kegembiraan. Selain bermanfaat bagi fakir miskin, hal itu juga menjadi tanda cinta kepada Nabi, mengagungkan beliau dalam hati orang yang melakukannya, serta bentuk syukur kepada Allah atas karunia-Nya yang mengutus Rasulullah saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam.’”
- Bersedekah
Kalau soal sedekah di hari maulid nabi, para ulama banyak membicarakan bahwa bersedekah pada hari itu termasuk cara terbaik untuk mengekspresikan rasa syukur kepada Allah atas kelahiran Rasulullah saw. Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam al-Hawi lil Fatawi (dinukil dari fatwa Imam as-Suyuthi) menjelaskan:
قَالَ الحَافِظُ ابْنُ حَجَرٍ: أَصْلُ عَمَلِ المَوْلِدِ بِدْعَةٌ لَمْ تُنْقَلْ عَنْ أَحَدٍ مِنَ السَّلَفِ الصَّالِحِ مِنَ القُرُونِ الثَّلَاثَةِ، وَلَكِنَّهُ مَعَ ذَلِكَ يَتَضَمَّنُ مَحَاسِنَ وَضِدَّهَا، فَمَنْ تَحَرَّى المَحَاسِنَ وَتَجَنَّبَ ضِدَّهَا كَانَ بِدْعَةً حَسَنَةً.
“Al-Hafizh Ibn Hajar berkata: Sesungguhnya perayaan Maulid itu bid‘ah, yang tidak pernah diriwayatkan dari generasi salaf. Namun di dalamnya terkandung berbagai hal baik dan sebaliknya. Maka barang siapa yang menyeleksi sisi baiknya dan meninggalkan sisi buruknya, maka ia termasuk bid‘ah hasanah.” (As-Suyuthi, al-Hawi lil Fatawi, juz 1, hlm. 189–190)
Bahkan ada hadis sahih riwayat Bukhari tentang Abu Lahab yang setiap hari Senin diringankan azabnya karena ia pernah memerdekakan budaknya Tsuwaibah dengan gembira saat mendengar kabar kelahiran Nabi Muhammad saw. Kalau orang kafir seperti Abu Lahab saja mendapat keringanan karena bersedekah (memerdekakan budak) saat Maulid, apalagi kita sebagai seorang Muslim yang bersedekah dengan niat syukur kepada Allah Swt. dan cinta kepada Rasul-Nya.
Bulan Rabi‘ul Awal bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah saw. tetapi juga kesempatan untuk memperbarui kecintaan kita kepada beliau dengan amal nyata. Memperbanyak shalawat, berpuasa sunnah, merayakan Maulid dengan penuh syukur, serta memperbanyak sedekah adalah amalan-amalan yang bukan sekedar tradisi, melainkan jalan mendekatkan diri kepada Allah sekaligus bentuk penghormatan kepada Rasulullah saw.
Semoga dengan menghidupkan amalan-amalan ini, hati kita semakin terpaut kepada Nabi Muhammad saw. ajaran beliau semakin membekas dalam kehidupan kita, dan kita semua termasuk umat yang mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak. Aamiin.
Daftar Pustaka
· Al-Qur’an al-Karim.
· Ahmad bin Hanbal. Musnad Ahmad. Beirut: Muassasah ar-Risalah, 2001.
· Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Sahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir, 1987.
· As-Suyuthi, Jalaluddin. al-Hawi lil Fatawi. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2000.
· Ibn Hajar al-‘Asqalani. Fath al-Bari bi Syarh Sahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Ma‘rifah, 1379 H.
· Syekh Abdul Hamid Kudus. Kanz an-Najah wa as-Surur fi al-Ad‘iyah allati Tasyrahus Shudur. Kudus: tt.
· UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (2023). Keutamaan Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. UINSGD.AC.ID. Diakses dari: https://uinsgd.ac.id
· Kementerian Agama RI. (2023). 4 Amalan Sunah di Bulan Rabiul Awal. Kemenag.go.id. Diakses dari: https://kemenag.go.id/islam/4-amalan-sunah-di-bulan-rabiul-awal-d40P0
· Arina.id. (2023). 3 Amalan Sunnah di Bulan Maulid Menurut Syekh Abdul Hamid Kudus. Arina.id. Diakses dari: https://www.arina.id/syariah/ar-zifhq/3-amalan-sunnah-di-bulan-maulid-menurut-syekh-abdul-hamid-kudus