Skip to main content

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “marhaban” diartikan sebagai “kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu (yang berarti selamat datang)”. Dan dalam bahasa Arab ialah ahlan wa sahlan yang artinya “selamat datang”. Walaupun keduanya berarti “selamat datang” tetapi penggunaannya berbeda. Para ulama tidak menggunakan ahlan wa sahlan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan, melainkan “marhaban ya Ramadan”.

Menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Marhaban terambil dari kata rahb yang berarti “luas” atau “lapang”, sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu disambut dan diterima dengan dada lapang, penuh kegembiraan, serta dipersiapkan baginya ruang yang luas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya. Dari akar kata yang sama dengan “marhaban”, terbentuk kata rahbat, yang antara lain berarti “ruangan luas untuk kendaraan, untuk memperoleh perbaikan atau kebutuhan pengendara guna melanjutkan perjalanan”.

Marhaban ya Ramadan berarti “Selamat datang Ramadan”, mengandung arti bahwa kita menyambutnya dengan lapang dada, penuh kegembiraan; tidak dengan menggerutu dan menganggap kehadirannya “mengganggu ketenangan” atau suasana nyaman kita. (M. Quraish Shihab, 2000)

Jauh sebelum bulan Ramadan tiba, umat Islam, bukan hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia, termasuk di Eropa, Amerika, dan negara-negara dengan minoritas umat Islam sudah mulai mempersiapkan diri dalam menyambutnya. Harumnya keberkahan Ramadan, nuansanya, dan segala pernak-perniknya sudah terasa hadir dari jauh hari sebelum hilal Ramadan terbit. Udara paginya, panas siangnya, sejuk petangnya dan berbagai suasananya yang ada mengingatkan umat Islam akan hari-hari yang biasa dinikmati di bulan Ramadhan, tahun-tahun yang sebelumnya. (Asep M. Tamam, 2019)

Bulan Ramadan 1441 H dijadwalkan pada minggu ketiga dibulan April 2020. Sayangnya, momen kali ini diwarnai dengan pandemi corona (Covid-19) yang masih belum bisa dikendalikan. Bahkan model yang dibuat oleh pemerintah serta beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa puncak penyebaran Covid-19 akan terjadi saat Ramadan.

Menurut Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa ada 4 amalan menyambut bulan Ramadan saat pandemi corona. Pertama, menata niat baik, ikhlas dan menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Kedua, berpuasa, membaca Al-Quran dan perbanyak sedekah. Ketiga, melaksanakan ziarah dan silaturahmi dengan saling memaafkan. (detik news.com)

Uraian Al-Quran tentang kewajiban puasa di bulan Ramadan, dimulai dengan satu pendahuluan yang mendorong umat Islam untuk melaksanakannya dengan baik, tanpa sedikit kekesalan pun. Perhatikan Q.S Al-Baqarah; 2: 185. Ia dimulai dengan panggilan mesra, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa.” Di sini tidak dijelaskan siapa yang mewajibkan, belum juga dijelaskan berapa kewajiban puasa itu, tetapi terlebih dahulu dikemukakan bahwa “sebagaimana diwajibkan terhadap umat-umat sebelum kamu.” Dengan demikian, maka wajar pula jika umat Islam melaksanakannya, apalagi tujuan puasa tersebut adalah untuk kepentingan yang berpuasa sendiri yakni “agar kamu bertakwa (terhindar dari siksa).” (M. Quraish Shihab, 2000)

Ramadan, setiap tahunnya harus bisa mewujudkan target dari berbagai peningkatan; peningkatan ibadah, kebaikan, kesabaran dan kemampuan menahan diri sehingga kita mampu meraih gelar taqwa, gelar tertinggi dari ibadah shaum ini. Manfaat puasa bagi kesehatan itu diamini oleh dokter gizi Inge Permadhi. Dilihat dari segi medis, puasa selama 30 hari bisa meningkatkan daya tahan tubuh. (CNNIndonesia.com)

Demikianlah, memberkahi yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia baik di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah memberikan umur panjang untuk kita semua dan, agar kita senantiasa meraih berkah pada Ramadan tahun ini. Aamiin.

Sumber

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Kelima luring Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Shihab, Muhammad Quraish. Wawasan Al-Quran. Bandung: Penerbit Mizan, 2000.

Tamam, Asep Muhammad, Religiusitas Kontekstual. Bandung: Lekkas, 2019.

https://news.detik.com/berita/d-4973320/4-amalan-menyambut-bulan-ramadhan-saat-pandemi-coronahttps://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200413195753-255-493203/syarat-agar-puasa-bisa-jadi-benteng-dari-virus-corona

Penulis : Nabilah Marwah

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.