Skip to main content
Foto Bersama Kajian Malam Jumat Edisi Pertama Tahun 2023 bersama Ust. Dr. Hasani Ahmad Said di Kediaman Beliau

HIQMA (27/02/2023). Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (HIQMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah mengadakan acara “Rutinan Malam Jumat dan Kajian Malam Jumat” di Kediaman Pembina HiQMA Ust. Dr. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A. Acara dimulai pada pukul 18:30 WIB yang diawali dengan pembacaan yasin dan tahlil, kemudian acara dilanjutkan dengan kajian tafsir yang disampaikan oleh ustadz Dr. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A. yang merupakan Pembina HIQMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Diawal ceramahnya beliau menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada semua peserta yang sudah bisa hadir untuk ikut serta berdoa. Dan beliau juga menybetukan bahwa acara tersebut, yang pertama dalam rangka haul orang tua beliau yang telah meninggal. Yang kedua dalam rangka tasyakkur binni’mah atas kelahiran atau ulang tahun. Beliau mengatakan antara kelahiran dan kematian itu saling berkaitan. Makanya dalam QS. Al-Araf,

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

Artinya: “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun”.             Dalam ayat tersebut juga bisa kita hubungkan bahwa kematian dan kelahiran tidak ada seorang pun yang bisa menunda atau mengakhirkannya. Setiap umat itu memiliki sa’ah (waktu) kesempatan untuk hidup di dunia ini. Dan kesempatan untuk mati dan hidup bahkan Tidak ada seorang pun yang dapat menunda dan mengakhirinya.

Dalam ayat diatas Allah Swt menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang menunda atau mengakhirkan hal tersebut. Dalam pandangan ulama, takdir terbagi menjadi dua, takdir mubram dan takdir muallaq. Takdir mubram ini adalah takdir yang tidak bisa untuk dirubah seperti kematian, kelahiran bahkan jodoh sekalipun. Jadi tidak usah pusing untuk memikirkan jodoh, akan tetapi pikirkanlah bagaimana jodoh tersebut semakin mendekat. Takdir yang kedua adalah takdir muallaq ini adalah takdir yang dapat dirubah dengan doa dan usaha, yang tadinya orang miskin jadi orang kaya dan yang tadinya bodoh jadi pintar, jadi tidak ada ceritanya orang miskin itu dikarenakan takdir Allah bila semuanya begitu tidak ada ceritanya baginda Rasulullah Saw berjuang dan berdakwah. Dan mungkin Islam tidak akan sampai kepada kita semua jika Rasulullah memiliki konsep jabariyah atau mengikuti kehendak Allah Swt.

Adapun kematian, yang pertama kita memperingati kelahiran atau haul, haul ini tersendiri secara etimologi berasal dari kata yang berarti “satu tahun” maka tidak heran orang-orang yang memperingati hari lahirnya tokoh-tokoh ulama atau orang-orang sholeh itu satu tahun sekali. Kata haul berasal dari Bahasa Arab al Haulu الحول atau al-Haulaini الحولين yang artinya kekuatan, daya, kekuasaan, upaya, perubahan, perpindahan, setahun, dua tahun, dan pemisah.

Apa tujuan dari haul tersebut, apa sejarahnya dan apa hukum dari haul tersebut. Haul dapat dihukumi menjadi mubah (tidak wajib), makruh apalagi haram dan bahkan mungkin sebagian menghukuminya dengan bid’ah tergantung apa yang dilakukan dalam peringatan tersebut. Dan hal yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw ialah mengingat-ingat kebaikan yang pernah dilakukan oleh orang tersebut semasa hidupnya. Dalam mengingat kematian dan kelahiran ini hal yang harus dilakukan adalah dengan cara kita bersholawat, membaca Al-Quran, mengucapkan dzikir-dzikir dan berdoa kepada Allah agar apa yang kita lakukan, pahalanya bisa sampai kepada orang yang kita niatkan.

Sebelum menutup tausyiahnya beliau mengajak semuanya untuk mengangkat tangan seraya berdoa Allahummaghfirlahum wa rhamhum wa ’afihim wa ’fu’anfum. Robbighfirli dzunubi waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shaghira dan seterusnya. Beliau juga berpesan selagi hayat masih dikandung badan maka do’akanlah secara terus-menerus, itulah sebenarnya yang diinginkan dan hadiah terbaik untuk orang tua kita, yang kedua kelahiran. Ini juga harus diperingati,sebagai muhasabah diri untuk kita. Bukan dilihat dari perayaannya akan tetapi atas dasar kita untuk tasyakkur binni’mah. Agar senantiasa diberikan kesehatan, rezeki yang berlebih, ilmu yang bermanfaat, anak-anak cerdas yang dilahirkan dari orang tua yang baik. Subhanallah Jika kita terus bersyukur dan bersyukur, maka nikmat kita akan terus ditambah bahkan kebahagiaan dan keberkahan akan ada didalam keluarga kita. Aamiin, aamiin yaa rabbal ‘alamin.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.