
“Kita memiliki potensi yang sangat besar di masa muda kita, dan kita harus memiliki keberanian untuk mengubah ide-ide dan praktik-praktik lama sehingga kita dapat mengarahkan kekuatan mereka menuju tujuan-tujuan yang baik” – Mary Mcload Bethune.
Ciputat, 17 Februari 2025 – Masa muda adalah masa yang paling berharga. Setiap kesempatan yang datang merupakan sebuah peluang untuk mencapai kemajuan. Yap, begitupun yang dilakukan oleh salah satu anggota HIQMA yang bernama Wildan Miftahudin. Ia merupakan mahasiswa semester 6 Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT), sekaligus Ketua HIQMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2025 yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia Tenggara.
Pada tanggal 05 s.d. 10 Februari 2025 yang lalu, Wildan berkesempatan menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam acara Konferensi Pemuda Antar Negara yang diselenggarakan oleh International Youth Connection. International Youth Connection (IYC) merupakan program yang berfokus menghubungkan pemuda pemudi dari berbagai daerah di Indonesia untuk kemudian digagas menjadi agent of change. Program ini mewadahi pemuda pemudi Indonesia untuk bertumbuh bersama, saling bertukar pengalaman, serta mampu berkolaborasi dalam kegiatan di kancah Internasional. Program ini juga menjadi wadah untuk berbagi wawasan dan memperkenalkan budaya antarnegara. Kegiatan Konferensi Pemuda Antar Negara yang diselenggarakan oleh IYC ini dibuka untuk pemuda pemudi Indonesia yang berusia 16-30 tahun. Program ini 100% fully funded loh, Sobat! Setiap peserta akan mendapatkan free tiket akomodasi free penginapan dan juga uang pembinaan.

Wildan mendapatkan informasi tentang International Youth Connection (IYC) dari media sosial instagram. Untuk bisa lulus menjadi delegasi, Wildan harus melewati tiga tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, pengumpulan video kreatif terkait solusi Sustainable Development Goals (SGDS), dan seleksi wawancara. Dengan kesungguhan dan ikhtiar-nya, pada tanggal 19 November 2024 yang lalu Wildan pun dinyatakan lulus dalam pengumuman hasil seleksi.
Wildan merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan yang luar biasa ini. “Saya sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk bisa bertukar ide dan wawasan terkait beragam persoalan yang ada, dan berkesempatan menelusuri budaya yang ada di 3 negara (Malaysia-Singapura-Thailand). Hal ini menyadarkan saya akan betapa kosongnya diri ini dan banyak hal yang perlu dipelajari”, ucap Wildan. Banyak benefit yang ia dapatkan dari kegiatan ini. Tak hanya teman dan pengalaman baru, Wildan juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi gedung International Youth Connection (IYC), KBRI Kuala Lumpur, KBRI Thailand, juga National University of Singapore (NUS).

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 27 delegasi pilihan ini, Wildan berkesempatan menjadi perwakilan pembicara dari Indonesia. Di bawah binaan Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) dan Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa (YPPDB), Wildan berhasil meraih prestasi sebagai Presentator Terbaik III dalam agenda International Discussion and Creative Idea dengan tema “Kolaborasi Pemuda Indonesia dalam Kompetitif Internasional”. Dalam kesempatan itu, Wildan mempresentasikan budaya “Andilan”, sebuah tradisi Betawi yang penuh dengan kebersamaan dan kekeluargaan yang dapat menjawab problematika diskriminasi dan kesenjangan sosial ekonomi saat ini.
Wah, sungguh luar biasa, ya! Bagi sobat HIQMA yang ingin mengikuti jejak Wildan, ada beberapa tips dari Wildan yang bisa teman-teman lakukan seperti meluruskan niat, mencari informasi kegiatan, mempelajari booklet-nya, menghindari kemaksiatan, serta jangan lupa untuk selalu memohon doa dan pertolongan dari Allah Swt. Semoga kisah Wildan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk terus berprestasi dan memanfaatkan masa muda dengan hal-hal yang positif.
Ilmu dan pengalaman itu tidak datang sendiri ya, Sobat, melainkan harus diupayakan dan diusahakan. “Allah tidak pernah tidur, teruslah lantunkan apa yang kamu impikan dalam shalatmu, mimpi baikmu akan menemukan jalannya sendiri untuk sampai padamu” – Wildan Miftahudin.