
Baru aja dapat uang bulanan atau hasil kerja sampingan bahkan uang beasiswa dari kampus, eh udah kepikiran buat bantu biaya adik sekolah atau bantu kebutuhan orang tua di rumah. Mau nabung buat diri sendiri? Susah, soalnya ada tanggung jawab yang nggak bisa diabaikan. Tabungan buat nikah? Investasi buat diri sendiri? Kadang cuma sekadar wacana. Begitulah kira-kira realita yang dialami oleh generasi sandwich, terhimpit di antara impian pribadi dan kewajiban keluarga. Berat? Banget. Tapi di balik itu. Ada bongkahan makna, ketangguhan, dan perjuangan yang nggak semua orang bisa rasakan.
Berbicara tentang generasi sandwich, apa sih yang ada di benak kalian tentang istilah tersebut? Apakah sejenis roti lapis dengan isian lezat yang bikin ngiler? Eh, tapi tunggu dulu! Sandwich yang satu ini bukan soal makanan sobat! melainkan tentang realita hidup yang lagi ramai diperbincangkan, terutama di media sosial.
Yup, sandwich generation! Sebuah istilah untuk mereka yang harus menanggung beban finansial dua generasi sekaligus—orang tua di atas, anak atau saudara di bawah. Mereka gak hanya berkorban soal materi, tapi juga tenaga, waktu, dan emosi. Fenomena ini bukan sekadar tren, tapi realita yang banyak dialami oleh generasi muda saat ini.
Istilah sandwich generation pertama kali dikenalkan oleh Dorothy A. Miller dalam jurnalnya yang berjudul “The Sandwich Generation: Adult Children of The Aging” pada tahun 1981. Ia adalah seorang profesor sekaligus direktur praktikum dari Universitas Kentucky. Dalam jurnalnya, ia menggambarkan generasi sandwich sebagai mereka yang harus memegang tanggung jawab finansial bagi keluarga dan anak-anaknya secara bersamaan. Ada juga versi lain dari generasi sandwich, yaitu mereka yang menanggung beban orang tua sekaligus adik-adiknya. Dalam situasi ini, banyak dari mereka yang harus mengorbankan pendidikan dan memilih bekerja sejak dini demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Di lansir dari tirto.id Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan, di tahun 2025 akan ada sebanyak 67,90 juta orang yang masuk dalam kelompok usia produktif (15—64 tahun). Angka yang setara dengan 23,83% dari total penduduk itu nantinya bakal “bertanggung jawab” untuk memberi penghidupan yang layak bagi kelompok usia non produktif (0—14 tahun dan di atas 65 tahun). Tak hanya itu, survei Katadata Insight Center (KIC 2023) juga mencatat bahwa sekitar 50% generasi muda di Indonesia merasa kesulitan finansial karena harus menopang dua generasi sekaligus.
Tak heran jika banyak dari generasi sandwich yang mengeluhkan beratnya beban yang harus ditanggung. Menanggung kebutuhan orang tua, anak, bahkan saudara sekaligus bisa memicu stres, kecemasan, depresi, hingga burnout.
Pandangan Islam terhadap Generasi Sandwich
Lantas, bagaimana Islam memandang fenomena ini? Cara pandang seseorang mengenai generasi sandwich tentunya memengaruhi bagaimana ia akan merawat orang tuanya di masa depan. Islam telah memberi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan agar kehidupan tetap sejahtera dan selaras dengan jalan Allah Swt. Kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
Dalam Islam, menafkahi orang tua bukan cuma soal kewajiban, tapi juga ladang pahala dan bukti kasih sayang kita sebagai anak. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. Al-Baqarah (2): 215
يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya”.
Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya (NU Online 2024) menjelaskan bahwa urutan pemberian nafkah dalam Islam dimulai dari orang tua, karena mereka adalah sebab keberadaan anak dan telah merawat serta mendidik mereka sejak kecil. Setelah itu, kerabat memiliki prioritas karena mereka bagian terdekat dari kehidupan kita. Selanjutnya, anak yatim, karena mereka belum mampu mencari nafkah sendiri. Setelahnya, orang miskin yang masih bisa berusaha, dan terakhir ibnu sabil atau musafir yang membutuhkan bantuan.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw. bahwasannya (Hidayatullah 2020) “sesuatu apa pun yang engkau berikan sebagai makanan kepada dirimu, maka itu merupakan sedekah. Demikian pula yang Engkau berikan sebagai makanan kepada anakmu, istrimu, bahkan kepada budakmu, itu semua merupakan sedekah” (HR. Ahmad no. 17179)
Jadi, perihal menafkahi orang tua seharusnya bukan merupakan beban bagi seorang anak, apalagi bagi Islam setiap harta yang dibelanjakan untuk membahagiakan orang tua tidak akan membuat kita semakin miskin dan justru Allah Swt. akan membuka pintu rezeki yang lebar untuk kita. Sehingga budaya Islam sangat tidak cocok dengan istilah generasi sandwich, karena dalam Islam sangat memuliakan orang tua.
Nggak perlu takut rezeki berkurang, karena kita punya Allah Swt. yang Maha Kaya. Justru, harta yang kita pakai untuk membahagiakan orang tua akan membawa keberkahan. Mereka adalah orang yang merawat dan membesarkan kita meskipun nggak semua orang punya hubungan sempurna dengan orang tua, tetap aja mereka adalah bagian penting dari hidup kita yang seharusnya bisa kita bahagiakan.
Pada akhirnya, menjadi bagian dari generasi sandwich mungkin terasa menjadi beban, tetapi juga bisa menjadi kesempatan untuk meraih pahala besar di sisi Allah Swt. Setiap pengorbanan yang dilakukan untuk keluarga tidak akan pernah sia-sia. Maka, jalani peran ini dengan keikhlasan. Percayalah, setiap usaha dan kebaikan yang kita lakukan hari ini akan menjadi investasi berharga yang kelak akan kita petik di kehidupan kelak di akhirat.
Daftar Pustaka
Survei Katadata Insight Center (KIC) 2023. “Sekitar 50% generasi muda di Indonesia merasa kesulitan finansial karena harus menopang dua generasi sekaligus,” Diakses dari CNBC Indonesia Article pada 26 Februari 2025.
Alwi Jamalulel Ubab. (2024). Tafsir Surat Al Luqman Ayat 14: Perintah Berbakti pada Orang Tua. Diakses pada 26 Februari 2025. Dari https://islam.nu.or.id/tafsir/tafsir-surat-al-baqarah-ayat-215-harta-urutan-penerima-sedekah-dan-hikmahnya-XujNx
Yeyeng, Andi Tenri & Izzah, Nurul“Fenomena Sandwich Generation pada Era Modern Kalangan Mahasiswa; Analisis Fikih Kontemporer,” Shautuna:Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab 4, no. 2 (2023) : 314. Diakses pada 26 Februari 2025, dari journal.uin-alauddin.ac.id