
Ciputat Timur, 01 September 2025 – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh keluarga besar HIQMA UIN Sayrif Hidayatullah Jakarta. Luluk Dwi Masruroh, Alumni HIQMA Tahun 2024 berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik Fakultas Ushuluddin pada Wisuda UIN Jakarta ke-137 dengan IPK 3,95. Luluk yang pernah menjadi Anggota Divisi Shalawat Tahun 2022, Pengurus Departemen Pengembangan Minat dan Bakat (PMB) Tahun 2023 dan kemudian dipercaya sebagai Koordinator PMB Tahun 2024, membuktikan bahwa kesibukan berorganisasi tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi.
Gadis asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini merupakan mahasiswa program studi Ilmu Tasawuf angkatan 2021. Luluk menilai bahwa program studi ini sangatlah unik, sehingga ia tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam. “Orang sering bilang kalau ilmu tasawuf adalah psikologinya Islam karena banyak membahas tentang kecerdasan spiritual, emosional, juga akhlak perilaku manusia. Di zaman sekarang, masih banyak orang yang hanya menjaga kesehatan tubuhnya, namun mengabaikan kesehatan jiwanya” ujarnya.
Meski demikian, perjalanan akademiknya tidak selalu mudah. Tantangan terbesar bagi Luluk adalah memahami istilah-istilah dalam Ilmu Tasawuf yang dinilainya cukup berat, serta perbedaan pandangan dalam kajian. Untuk mengatasinya, ia memilih mencari guru yang sejalan dan rutin berdiskusi bersama teman-temannya.
Selain itu, manajemen waktu juga menjadi tantangan tersendiri. “Saat tugas kuliah menumpuk bersamaan dengan kesibukan organisasi, rasa malas pasti ada. Cara saya mengatasinya adalah dengan membuat jadwal harian. Menata ulang schedule bikin aku lebih fokus, dan rasanya puas setiap kali bisa mencentang tugas yang selesai,” jelas Luluk. Mengingat tujuan awal menjadi motivasi Luluk untuk bisa berprestasi secara akademik namun tetap aktif di organisasi. Ia pun berpesan bahwa perkuliahan tetap menjadi prioritas. “Kalau ada jadwal bentrok, aku tetap mengedepankan kuliah dan mendelegasikan tugas organisasi kepada rekan yang lain. Kita tetap bisa berprestasi sekaligus aktif di organisasi jika bisa mengatur waktu,” tutup Luluk.
Bagi Luluk, organisasi bukanlah menjadi penghalang, melainkan ruang pengembangan diri. “Organisasi sangat menyenangkan jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Banyak skill yang bisa diasah, seperti public speaking, leadership, dan manajemen tim. Kuncinya tetap menjaga komunikasi dan menjalankan tanggung jawab dengan baik,” tambahnya.