
CIPUTAT, 24 Agustus 2026 – Prestasi membanggakan kembali datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (HIQMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Salah satu kadernya, Alfiyah, mahasiswi Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST), sukses mengukir prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai Juara Harapan 2 Duta UIN Jakarta 2026 pada Grand Final yang digelar Selasa, 11 Agustus 2026.
Capaian membanggakan ini diraih melalui proses seleksi yang panjang dan kompetitif, mulai dari seleksi berkas, uji wawasan ke-UIN-an, kemampuan memandu acara (MC), pidato bahasa asing, hingga unjuk bakat. “Saat namaku dipanggil, ada rasa bangga, tapi di saat yang sama langsung muncul tanggung jawab besar. Menjadi Duta UIN Jakarta bukan cuma soal selempang atau gelar, melainkan tentang bagaimana membawa nama baik kampus, menjadi representasi mahasiswa yang berprestasi, berkarakter, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tutur Alfiyah.
Di balik kelancaran retorika dan ketenangannya di panggung kompetisi, peran HIQMA menjadi pilar pembinaan yang sangat fundamental. Minatnya pada seni dakwah dan Syarhil Qur’an sejak bangku sekolah menemukan wadah inkubasi terbaik di HIQMA. Melalui pelatihan intensif di Divisi Syarhil Qur’an—mulai dari pengolahan vokal, artikulasi, hingga teknik memandu acara—serta jam terbang nyata saat dipercaya menjadi MC di berbagai agenda internal, karakter vokal dan mental panggung Alfiyah terasah secara matang dan profesional.

Sinergi antara nilai seni keislaman dan keterampilan komunikasi publik kian terbukti saat babak unjuk bakat. Alfiyah tampil memukau dan mencuri perhatian dewan juri dengan membawakan peragaan Qur’an Isyarat—sebuah keterampilan bernilai inklusi tinggi yang ia pelajari langsung dari pelatihan di HIQMA. Keahlian unik ini membuktikan bahwa pembinaan di HIQMA tidak hanya berfokus pada estetika seni Al-Qur’an, tetapi juga membekali kadernya dengan nilai pembeda (added value) yang adaptif dan berdampak luas di kancah kampus hingga nasional.

Perjalanan ini juga terinspirasi dari jejak senior HIQMA terdahulu, seperti Egidia Indah Lestari (Duta UIN Jakarta Tahun 2025), serta figur inspiratif nasional seperti Maudy Ayunda dan Najwa Shihab. Alfiyah meyakini bahwa representasi pemuda masa kini harus memadukan kecerdasan intelektual (brain), karakter kepribadian (beauty), dan aksi nyata bagi sesama (behavior).
Menutup perjalanannya, Alfiyah mengajak seluruh mahasiswa dan kader HIQMA untuk terus berani keluar dari zona nyaman, memaksimalkan setiap ruang bertumbuh di kampus, serta konsisten mengasah potensi diri. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa HIQMA adalah rumah yang tepat bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat seni religius sekaligus mencetak representasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan berprestasi di tingkat universitas.