Skip to main content

Mengisi di hari kemuliaan bulan suci Ramadan, Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (HIQMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkolaborasi dengan DKM Masjid An-Nur Griya Mandiri Rempoa menggelar Pesantren Kilat pada 7-8 Maret 2026. Mengusung tema “Kesatria Ramadan: Menjaga Hati dengan Perisai Puasa dan Pedang Al-Qur’an,” kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan karakter islami bagi generasi muda sejak dini.

Diikuti oleh sekitar 20 siswa sekolah dasar, acara yang berpusat di Perumahan Griya Mandiri Rempoa ini menjadi wadah dakwah HIQMA untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui pendekatan yang edukatif. Ketua Umum HIQMA, Muhammad Haikal Hibrizi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya konkret membangun kedekatan anak dengan kitab suci. Hal senada disampaikan Koordinator DPO HIQMA, Muhammad Wildan Miftahudin, yang menekankan pentingnya peran mentor sebagai role model.

“Pembentukan karakter anak tidak cukup melalui kata-kata, tetapi harus lewat contoh tindakan nyata,” ujar Wildan dalam sambutannya di hadapan para panitia dan orang tua peserta.

Hal tersebut digunakan untuk menjaga antusiasme, panitia mengemas kurikulum dengan metode belajar yang menyenangkan. Para peserta mengikuti pendampingan intensif melalui mentoring tilawah dan tahfiz untuk memperbaiki kualitas bacaan sesuai kaidah tajwid. Selain itu, aspek kognitif dan kerja sama tim diasah melalui berbagai permainan edukatif seperti  menyusun nama-nama nabi dan kuis interaktif, hingga persiapan pentas seni Islam yang menjadi ruang kreativitas bagi para santri.

Puncak kegiatan hari pertama ditutup dengan peringatan Nuzulul Qur’an yang menghadirkan Ustadz Dr. Hasani Ahmad Said, M.A. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup dan teman dalam keseharian. “Menjadikan Al-Qur’an sebagai teman sehari-hari adalah jalan bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesan beliau dengan khidmat.

Suasana kebersamaan semakin kental saat seluruh elemen masyarakat melaksanakan buka puasa bersama serta salat Tarawih berjamaah. Sebagai penutup, para peserta diajak menyaksikan film Bilal, sebuah kisah inspiratif tentang keteguhan iman muadzin pertama dalam Islam. Tayangan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para “Kesatria Ramadan” sebelum beristirahat untuk melanjutkan agenda di hari berikutnya.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses