
PAMULANG, 03 September 2026 – Himpunan Qari dan Qari’ah Mahasiswa (HIQMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menggelar Kajian Umum “TAMMARA” (Ta’lim Malam Berkah) Spesial Maulid Nabi pada Kamis malam. Bertempat di Lentera Al-Qur’an Elhasani, Pamulang, Tangerang Selatan, kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama kolaboratif bersama Lentera Al-Qur’an Elhasani (Pusat Elhasani) dan IPIM Tangsel. Mengangkat tema “Menapak Jejak Sang Nabi, Menjaga Risalah Sepenuh Hati”, agenda Departemen Pendidikan dan Kaderisasi (Kabinet Ashfiya) dan ini dirangkaikan dengan peringatan Haul Almarhum/Almarhumah tokoh dan sesepuh, serta menghadirkan Pembina UKM HIQMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A., C.DAI, sebagai pemateri utama.
Acara yang dihadiri oleh pengurus, kader HIQMA, serta masyarakat umum ini dimulai secara khidmat pada pukul 18.00 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin, Tahlil, serta pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW secara berjamaah. Khidmat pembuka ini disatukan dengan ikhtiar mendoakan para almarhum dan almarhumah dalam peringatan Haul: H. Ahmad Samsuri bin H. Said, Ibu Sunariyah binti H. Surya, Prof. Dr. KH. Fathurrahman Rauf bin H. Muhammad Bandan, dan Hj. Enok Mulyanah binti H. Sulaiman. Majelis ini menjadi ruang spiritual untuk merawat kebiasaan mendoakan sesama serta menyambung tali silaturahmi.
Memasuki materi inti, Prof. Hasani membedah hikmah mendalam di balik kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Kegembiraan atas lahirnya Rasulullah SAW memiliki bobot keberkahan yang luar biasa, sebagaimana kisah diringankannya siksa Abu Lahab setiap hari Senin hanya karena ia pernah bersuka cita memerdekakan budaknya, Tsuaibah, saat Nabi lahir. Selain itu, forum diajak merenungi perjalanan hidup Nabi yang lahir dalam keadaan yatim, menjadi yatim piatu di usia 6 tahun, hingga harus bekerja menggembala kambing dan berdagang ke Negeri Syam sejak muda. Ketangguhan ini mengajarkan mahasiswa untuk tidak meratapi keadaan dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Prof. Hasani menjelaskan keistimewaan fisik dan mukjizat (khashaish) Rasulullah SAW sebagai sosok manusia luar biasa, seperti aroma keringatnya yang melebihi wewangian kasturi hingga ludahnya yang menjadi penawar. Namun, puncak keagungan beliau terletak pada keluhuran budi pekertinya. Mengutip jawaban Sayyidah Aisyah r.a. ketika ditanya mengenai kehebatan akhlak Nabi, beliau menegaskan bahwa “Akhlak Nabi adalah Al-Qur’an” (kāna khuluquhul-Qur’ān). Hal ini menjadi petunjuk bahwa setiap perkataan dan perbuatan (hadis) Nabi merupakan teladan nyata yang wajib diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kajian malem ini Prof. Hasani memberikan pesan penutup yang menyentuh mengenai pentingnya menjaga hubungan kemanusiaan. Meneladani sunah Nabi tidak hanya terbatas pada ritual ibadah, melainkan juga diwujudkan melalui komitmen merawat tali persaudaraan (ukhuwah) antar-sesama manusia serta mempererat silaturahmi dengan keluarga dan orang tua. Seluruh aktivitas kebaikan dan doa yang dipanjatkan dalam majelis ini dipastikan tidak ada yang sia-sia, melainkan menjadi bekal bernilai di sisi Allah SWT.
Melalui momentum ini, seluruh kader HIQMA dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diharapkan mampu meneladani ketangguhan Rasulullah SAW, memegang teguh akhlak Qurani, serta konsisten menjaga risalah kenabian demi mewujudkan visi mulia pada organisasi: “Damai Bersama Al-Qur’an.”
