Skip to main content

Sumber: https://www.ahlulbaitindonesia.or.id/

Seringkali kita merasa dunia dan akhirat itu dua rumah yang berbeda: satu penuh ambisi, tugas, dan kesibukan; yang lain hening, sunyi, dan berisi doa-doa serta ibadah. Seolah harus memilih antara sukses di dunia atau bahagia di akhirat. Padahal, keduanya bisa hidup berdampingan, seperti dua penghuni rumah yang saling menghormati.

Di kampus, saya sering melihat teman-teman sibuk mengejar IPK tinggi, lomba, organisasi, atau pekerjaan paruh waktu. Semua demi masa depan yang lebih baik. Tapi di sisi lain, mereka tetap menjaga salat, zikir, dan sedekah. Dunia bukan dijauhi, dan akhirat bukan diabaikan. Mereka hanya belajar menempatkan setiap hal pada porsinya. Yakni dunia sebagai ladang amal, akhirat sebagai tujuan.

Allah mengingatkan kita pada ayat Al-Qur’an, yaitu:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Dan kehidupan dunia ini tiada lain hanyalah perhiasan dan permainan yang menipu.” (QS. Al-Hadid (27):20 )

Ayat ini mengingatkan bahwa dunia hanyalah sementara. Tapi bukan berarti dunia harus ditinggalkan begitu saja. Justru, dunia bisa menjadi sarana untuk menyiapkan bekal akhirat. Seperti rumah, dunia adalah ruang yang bisa diisi dengan amal yang bermanfaat, kerja keras yang halal, dan hubungan yang baik.

Mari berbenah diri Sobat! Menunaikan shalat tepat waktu di tengah jadwal padat, membantu teman meski sedang sibuk, atau menahan diri dari gosip dan perdebatan yang tidak perlu. Semua itu membuktikan bahwa dunia dan akhirat tidak saling bertentangan, tapi saling melengkapi.

Rasulullah saw. menekankan keseimbangan yang tertera pada hadis:

اطْلُبُوا الدُّنْيَا كَأَنَّكُمْ تَعِيشُونَ أَبَدًا وَاطْلُبُوا الْآخِرَةَ كَأَنَّكُمْ تَمُوتُونَ غَدًا


“Carilah dunia seolah kamu akan hidup selamanya, dan carilah akhirat seolah kamu akan mati besok.” (HR. Tirmidzi)

Dunia menjadi ladang latihan kesabaran, kejujuran, dan ketekunan. Akhirat menjadi tujuan yang menuntun setiap langkah agar tetap lurus. Keduanya bisa hidup dalam satu rumah asalkan niat dan perhatian kita tetap pada Allah.

Pada akhirnya, hidup bukan soal memilih antara dunia atau akhirat, tapi belajar menata rumah itu agar kedua penghuni (dunia dan akhirat) bisa nyaman tinggal berdampingan. Dan ketika hati sudah menemukan keseimbangan itu, setiap langkah di dunia terasa ringan, damai, dan penuh keberkahan.

Daftar Pustaka

Hizkil, Ahmad. “Hakikat Kehidupan Dunia Dalam Q.S. Al‑Hadid (57): 20”. (2025).

“Sesungguhnya Kehidupan Dunia Hanyalah Permainan.” Dinas Perpustakaan & Arsip Kabupaten Kampar. pustakaarsip.kamparkab.go.id

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses