
JAKARTA, 2 Juli 2026 – Himpunan Qari dan Qari’ah Mahasiswa (HIQMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kajian rutin “TAMMARA” (Ta’lim Malam Berkah) pada Hari Kamis malam di Masjid Al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mengusung tema “Hustle, Impact, and Faith: Strategi Mahasiswa Menyeimbangkan Akademik, Organisasi, dan Ibadah”, kegiatan ini yang dirancang oleh Departemen Pendidikan dan Kaderisasi (Kabinet Ashfiya). Kajian ini dihadiri secara langsung oleh Ketua HIQMA Masa Bakti 2026 Muhammad Haikal Hibrizi dan Ketua HMPS Pengembangan Masyarakat Islam Dikha Saputra sebagai pemateri.
Acara yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB tersebut diawali dengan pembacaan Surah Yasin, Tahlil, Maulid Nabi, serta pembacaan kitab secara berjamaah. Pada memasuki sesi inti, kedua narasumber membedah kompleksitas tantangan yang dihadapi mahasiswa di era modern, yang dituntut unggul baik dalam hard skill maupun soft skill. Di tengah derasnya arus informasi dan tingginya resiko burnout, mahasiswa dinilai membutuhkan manajemen diri yang matang agar produktivitas tidak mengorbankan kesehatan mental dan spiritual.
Dalam kajian tersebut, dipaparkan oleh Muhammad Haikal Hibrizi yang sebagai Ketua HIQMA Masa Bakti 2026. Yaitu ada tiga formula keseimbangan yang perlu dimiliki mahasiswa, Adalah:
- Hustle — bekerja keras dan efektif untuk mencapai tujuan, bukan sekadar sibuk tanpa arah.
- Impact — memastikan setiap tindakan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus dampak positif bagi diri sendiri.
- Faith — menjaga asupan spiritual dan keimanan kepada Allah SWT sebagai landasan utama.
Secara praktis, mahasiswa diajak mengelola waktu dengan menerapkan Matriks Eisenhower serta membiasakan evaluasi diri (muhasabah) secara rutin. Kajian ini menyimpulkan bahwa perpaduan antara hustle dan faith akan melahirkan impact yang kuat dan berkelanjutan.
Mahasiswa Ideal Menurut Al-Qur’an yang merujuk dalam QS. Al-‘Asr (103): 1–3:
وَالْعَصْرِۙ ١ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ٢ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ٣
Artinya: “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.
Pada TAMMARA kali ini, Dikha Saputra juga menegaskan bahwa sosok mahasiswa ideal bukanlah mereka yang paling sibuk atau memegang jabatan terbanyak, melainkan yang mampu mengelola ilmu, waktu, organisasi, dan ibadah secara seimbang. Dengan prinsip tersebut, seluruh pencapaian selama masa perkuliahan diharapkan tidak hanya berbuah prestasi duniawi, tetapi juga bernilai ibadah, sejalan dengan semangat “Damai Bersama Al-Qur’an” yang diusung oleh HIQMA UIN Jakarta.