Skip to main content

Di zaman sekarang, menjaga diri itu sering terasa lebih susah daripada ikut arus, seperti tidak ikut tren dibilang kuno, menjaga pergaulan dibilang sok alim, menolak hal maksiat malah dianggap tidak asik. Padahal, yang benar-benar kuat bukan mereka yang bebas melakukan apa saja. Tapi mereka yang mampu menjaga diri ketika semua orang mulai menganggap dosa itu biasa. Menjadi anak muda Muslim bukan berarti harus anti gaul. Islam tidak melarang kita berteman, nongkrong, bercanda, atau menikmati hidup. Islam hanya mengajarkan batas agar hati tetap aman dan hidup tetap berkah. Karena gaul itu boleh, tapi jangan sampai kehilangan Allah. Nah begini caranya:

  • Pilih Circle yang Membawa Kamu Dekat kepada Allah

    Percaya atau tidak, lingkungan bisa mengubah seseorang perlahan-lahan. Awalnya cuma ikut nongkrong, lama-lama ikut kebiasaan mereka. Kemudian ikut cara berpikir mereka. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:

    الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

    Artinya: “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka lihatlah siapa yang menjadi temannya.” (HR. Abu Dawud)

    Teman yang baik bukan cuma yang seru diajak ketawa. Tapi yang tetap mengingatkanmu sholat, menjaga diri, dan tidak membawamu ke arah dosa. Karena tekadang, circle menentukan masa depanmu. Coba mulai dengan dekat dengan teman yang positif, kurangi tongkrongan toxic, ikut komunitas yang bermanfaat, dan cari lingkungan yang membuat iman naik, bukan turun. Karena tidak semua teman yang membuatmu nyaman akan membawamu ke surga.

    • Tidak Semua Tren Harus Diikuti

      Sekarang banyak hal viral yang sebenarnya tidak pantas, tapi karena ramai akhirnya dianggap normal. Mulai dari gaya pacaran bebas, challenge tidak bermanfaat, sampai konten yang membuka aurat demi validasi. Allah berfirman:

       وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ

      Artinya: “Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-An’am: 116)

      Menjadi berbeda karena menjaga agama bukan sesuatu yang memalukan. Justru di zaman sekarang, menjaga prinsip adalah bentuk keberanian.

      • Jaga Batas dengan Lawan Jenis

      Ini salah satu fitnah terbesar anak muda zaman sekarang. Chat sampai larut malam dianggap biasa, flirting dianggap lucu, hubungan tanpa arah dianggap cinta. Padahal Islam menjaga laki-laki dan perempuan dengan sangat indah. Allah berfirman:

      وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ

      Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina.” (QS. Al-Isra’: 32)

      Perhatikan ayatnya, bukan hanya zina yang dilarang, tapi semua jalan yang mendekatinya juga diperintahkan untuk dijauhi. Hal sederhana yang bisa dijaga seperti, tidak chat berlebihan, tidak flirting demi perhatian, menjaga pandangan, tidak mengumbar hubungan di media sosial, berteman sewajarnya dan tetap sopan.

      • Bijak Menggunakan Media Sosial

      Media sosial sekarang sudah seperti dunia kedua. Sayangnya, banyak orang kehilangan dirinya sendiri di sana. Sedikit demi sedikit mulai membandingkan hidup, mencari validasi, membuka aurat, berkata kasar, bahkan bangga dengan maksiat. Rasulullah ﷺ bersabda:

      مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

      “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau diam.”
      (HR. Bukhari dan Muslim)

      Sebelum posting sesuatu, coba tanya ke diri sendiri, apakah ini bermanfaat? apakah Allah ridha? apakah ini akan menjadi pahala atau dosa jariyah? Karena tidak semua yang mendapat banyak likes itu bernilai di sisi Allah. Apa yang kamu upload hari ini bisa menjadi penolongmu atau justru memberatkanmu di akhirat nanti.

      • Tetap Seru Tanpa Harus Maksiat

      Banyak orang berpikir hidup Islami itu membosankan. Padahal kamu tetap bisa nongkrong, traveling, ngopi, olahraga, main game, berkarya, dan punya banyak teman. Asal tetap menjaga sholat, adab, ucapan, aurat, dan batasan syariat. Karena bahagia itu bukan soal hidup sebebas mungkin. Tapi soal hati yang tenang karena dekat dengan Allah. Maksiat mungkin terlihat menyenangkan sesaat, tapi ketenangannya tidak akan bertahan lama.

      • Jangan Malu Menjadi Muslim yang Taat

      Kadang yang paling berat bukan meninggalkan dosanya, tapi menghadapi omongan manusia. Dibilang sok alim, hijrah banget, tidak asik, terlalu menjaga diri. Padahal tidak ada yang salah dengan berusaha menjadi lebih baik. Rasulullah ﷺ bersabda:

      بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

      Artinya: “Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana awalnya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing” (HR. Muslim)

      Kalau hari ini kamu sedang berusaha menjaga diri di tengah lingkungan yang sulit, semoga itu menjadi jalan Allah menjaga hatimu. Karena menjadi baik di zaman sekarang memang tidak mudah. Tapi bukankah surga juga tidak murah?

      Di akhir hari, yang akan menyelamatkan kita bukan seberapa banyak teman yang kita punya. Bukan juga seberapa terkenal kita di media sosial. Tapi seberapa dekat kita dengan Allah. Gaul boleh, bersenang-senang dan punya banyak teman juga boleh. Tapi jangan sampai semua itu membuat hati kita jauh dari Allah. Karena dunia cuma sementara. Dan yang paling berharga adalah iman yang tetap terjaga sampai akhir.

      Referensi

      Leave a Reply

      Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses