Skip to main content

sumber gambar: https://dq5r178u4t83b.cloudfront.net/wpcontent/uploads/sites/55/2017/06/20183058/main.jpg

Pada hari Selasa, 27 Mei 2025, Kementerian Agama RI menetapkan awal Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Penetapan ini membawa kabar gembira bagi umat Islam di Indonesia. Bulan Zulhijah merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam, yang dikenal dengan istilah al-asyhur al-hurum. Tiga bulan lainnya adalah Zulkaidah, Muharram, dan Rajab.

Nabi Muhammad saw. bersabda:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَى عَشَرَ شَهرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاثًٌا مِتَوالِيَاتٌ: ذُو الْقَعْدَةِ وذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ”.

“Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Zulkadah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil Tsani dan Sya’ban.” (HR. Bukhari) 

Imam Al-Jashash dalam kitabnya menjelaskan bahwa terdapat dua makna “al-asyhur al-hurum” tersebut. Makna pertama adalah diharamkannya perang di dalam bulan-bulan tersebut, dan makna kedua adalah dimuliakannya bulan-bulan tersebut dengan melipatgandakan dosa maksiat dan pahala taat yang dilakukan di bulan-bulan tersebut. Oleh karena itulah, banyak umat Islam yang menambah ibadah-ibadah dan amalan-amalan mereka di bulan ini dengan maksud agar mendapatkan pahala yang dilipatgandakan tersebut, seperti puasa sunnah, berzikir, dan sebagainya.

Salah satu ibadah utama di bulan ini adalah haji, rukun Islam kelima. Namun, Islam memberi keringanan: hanya diwajibkan bagi yang mampu. Imam Syarqawi dalam Hāsyiyah asy-Syarqāwi Juz 1 halaman 460 menegaskan:

“Orang yang tidak mampu, maka tidak wajib haji. Tetapi jika ia melaksanakannya, hajinya tetap sah.”

Lalu bagaimana dengan yang belum mampu? Tenang, Rasulullah saw. telah menyebutkan amalan-amalan yang pahalanya setara dengan haji dan umrah. Berikut lima di antaranya:

1. Shalat 5 Waktu secara Berjamaah

Salah satu keutamaan yang didapat dari shalat fardhu yang dilaksanakan secara berjamaah adalah mendapatkan pahala seperti orang yang berhaji. Dari Abu UmamahRA., Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ مَشَى إلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فِي الْجَمَاعَةِ فَهِيَ كَحَجَّةٍ ، وَمَنْ مَشَى إِلَى صَلَاةِ تَطَوُّعٍ فَهِيَ كَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa yang berjalan menuju salat wajib di masjid berjamaah maka pahalanya seperti menunaikan ibadah haji, dan barangsiapa yang berjalan menuju salat sunnah maka pahalanya seperti menunaikan ibadah umrah dengan sempurna.” [Al-Mu’jam Al-Kabir Ath-Thabaraniy: Sahih]

Dalam hadis ini disebutkan bahwa orang yang melaksanakan salat sunnah diberikan pahala seperti orang yang berumrah.

2. Salat Sunnah Isyraq

Salat ini dilakukan setelah Subuh berjamaah, lalu duduk berdzikir hingga matahari terbit, kemudian salat dua rakaat. Dari Anas bin Malik RA, Nabi saw. bersabda:

“Barangsiapa yang salat Subuh berjamaah, lalu duduk mengingat Allah sampai matahari terbit, kemudian salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah. Sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. At-Tirmidzi no. 586, hadis hasan)

3. Menghadiri Majelis Ilmu

    Banyak yang belum mengetahui, bahwa saat kita menghadiri majelis ilmu, itu akan mendapatkan pahala seperti orang haji, sesuai dengan hadits: Dari Abu UmamahRA., Rasulullah saw. bersabda:

    مَنْ غَدًا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حُجَّتُهُ

    “Barangsiapa yang pergi ke mesjid, tidak ada yang ia inginkan kecuali untuk belajar suatu kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang menunaikan ibadah haji yang sempurna hajinya”. [Al-Mu’jam Al-Kabiir Ath-Thabaraniy: Sahih]

    Selain mendapat ilmu yang bermanfaat dan bisa menambah relasi pertemanan atau menyambung tali silaturahmi, pahala yang didapatkan seperti orang yang haji. Oleh karena itu, mari kita ikuti kajian-kajian ilmu yang diadakan di dekat tempat tinggal kita.

    4. Membaca Dzikir Setelah Salat

    Dalam sebuah hadis sahih riwayat Bukhari, diceritakan bahwa sekelompok sahabat fakir datang mengadu kepada Rasulullah saw. Mereka merasa tertinggal karena orang-orang kaya bisa berhaji, berumrah, berjihad, dan bersedekah—sesuatu yang tidak bisa mereka lakukan karena keterbatasan harta.

    Rasulullah saw. kemudian menenangkan mereka dengan bersabda:

    “Maukah kalian aku ajarkan amalan yang bisa membuat kalian melampaui pahala orang-orang sebelum dan sesudah kalian, dan tak ada yang bisa menyaingi kalian kecuali yang mengamalkan hal yang sama?” Mereka menjawab, “Mau, ya Rasulullah.”
    Rasul pun bersabda, “Bertasbihlah (Subhanallah), bertahmidlah (Alhamdulillah), dan bertakbirlah (Allahu Akbar) sebanyak 33 kali setiap selesai salat fardhu.”
    (HR. Bukhari no. 843)

    Dzikir ringan ini menjadi penyeimbang bagi mereka yang tak mampu berhaji. Dengan mengamalkannya secara konsisten, pahala besar seperti haji bisa diraih tanpa meninggalkan tempat salat.

    5. Berbakti Kepada Orangtua

    Tidak hanya kewajiban, berbuat baik kepada orang tua ternyata juga bisa mendatangkan pahala sebesar haji, umrah, bahkan jihad. Dalam sebuah hadis riwayat Imam ath-Thabrani, diceritakan ada seorang lelaki yang ingin berjihad tetapi belum mampu. Ia pun datang kepada Rasulullah saw. dan menyampaikan keinginannya itu.

    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : إنِّي أَشْتَهِي الْجِهَادَ وَلَا أَقْدِرُ عَلَيْهِ قَالَ : فَهَلْ بَقِيَ أَحَدٌ مِنْ وَالِدَيْكَ ؟ فَقَالَ : أُمِّي قَالَ : فَابْلَ اللَّهُ عُذْرًا فِي بِرِّهَا ، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ وَمُعْتَمِرٌ وَمُجَاهِدٌ إِذَا رَضِيَتْ عَنْكَ أُمُّكَ

    Dalam hadis ini, diceritakan bahwa ada seorang lelaki yang ingin ikut berjihad, namun dia belum mampu. Lalu Rasulullah saw. bertanya kepadanya: “Apakah orang tuamu masih tersisa (hidup)?” Lelaki itu menjawab: “Ibuku”. Rasulullah saw. bersabda: “Kalau begitu, berbaktilah kepada ibumu,  jika kamu lakukan hal itu, maka kamu akan mendapatkan (pahala) haji, umrah, dan jihad selama ibumu ridho terhadap dirimu.”

    Nah, itulah lima hal yang bisa kita lakukan dan mendapatkan pahala seperti orang yang haji dan umrah. Tentunya, masih banyak hal atau amalan lainnya yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan pahala dari Allah Swt. Semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah Swt. dan dipanjangkan umurnya agar senantiasa beribadah kepada-Nya dalam rangka ketaatan kita selaku hamba-Nya. Aamiin..

    Leave a Reply

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses