Skip to main content

Halo Sobat Qur’ani! Malaikat Jibril ialah sosok makhluk Allah Swt. yang paling taat dan mulia yang diutus oleh Allah Swt. untuk menyampaikan wahyu kepada para Nabi. Ia juga merupakan pemimpin bagi seluruh malaikat Allah Swt.

Oleh sebab itu, derajat dan kedudukannya di sisi Allah Swt. tidak perlu diragukan lagi. Coba sekarang kita bayangkan, jika ada doa yang dipanjatkan oleh Malaikat Jibril, tentu di dalamnya mengandung pesan yang sangat penting.

 Namun, bagaimana jika doa tersebut bukanlah berisi tentang rahmat dan segala kebaikan, melainkan tentang keburukan bagi sebagian golongan manusia?

Lebih mengkhawatirkan lagi, doa tersebut juga turut di-Aamiin-kan oleh sang manusia paling mulia yang pernah ada di bumi ini, yakni Rasulullah saw., yang menandakan bahwa doa tersebut tidak boleh kita anggap remeh.

Justru itu menjadi peringatan besar bagi kita. Sebuah doa yang jika menimpa kita, bisa berarti kehancuran bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat.  Karena, yang berdoa ialah semulia-mulianya malaikat dan yang meng-Aamiinkan ialah semulia-mulianya manusia.

Pasti terlintas di dalam benak dan kalbu kita beberapa pertanyaan, bagaimana jadinya jika kita termasuk ke dalam golongan tersebut? Apa yang akan terjadi, jika kita tanpa sadar melakukan sesuatu yang bisa menjauhkan kita dari rahmat Allah Swt.? Serta apa saja hikmah atau ibrah yang dapat kita ambil dan terapkan? Temukan segala rasa penasarankalian pada artikel ini!

Hadits Tentang Doa Jibril A.S

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ رَقِيَ الْمِنْبَرَ، فَلَمَّا رَقِيَ الدَّرَجَةَ الْأُولَى قَالَ: (آمِينَ)، ثُمَّ رَقِيَ الثَّانِيَةَ فَقَالَ: (آمِينَ)، ثُمَّ رَقِيَ الثَّالِثَةَ فَقَالَ: (آمِينَ). فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، سَمِعْنَاكَ تَقُولُ: (آمِينَ) ثَلَاثَ مَرَّاتٍ؟ قَالَ: (لَمَّا رَقِيتُ الدَّرَجَةَ الْأُولَى، جَاءَنِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقَالَ: شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَقُلْتُ: آمِينَ، ثُمَّ قَالَ: شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ، فَقُلْتُ: آمِينَ، ثُمَّ قَالَ: شَقِيَ عَبْدٌ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَقُلْتُ: آمِينَ).

صَحِيحٌ لِغَيْرِهِ – التَّعْلِيقُ الرَّغِيبُ (2/283)

“Dari Jabir r.a. bahwa Nabi saw., naik ke mimbar. Ketika berada di tangga pertama, beliau berkata Aamiin. Kemudian beliau naik ke tangga kedua, lalu berkata Aamiin. Kemudian beliau naik ke anak tangga ketiga, lalu berkata Aamiin. Para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami mendengar engkau mengucapkan aamiin tiga kali, mengapa demikian? Lalu, Rasulullah Saw., menjawab :

Ketika  aku menaiki anak tangga pertama, Jibril datang kepadaku dan berkata ‘Celakalah! seorang hamba yang mendapati bulan Ramadan, namun dengan kehadiran (Ramadan) nya, ia tidak mendapatkan ampunan dari Allah Swt’. Maka aku berkata Aamiin.

Kemudian, aku menaiki anak tangga kedua, lalu Jibril berkata ‘celakalah! Seorang hamba yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu di antara keduanya yang masih hidup, tetapi dia menyebabkan dirinya tidak masuk surga’. Maka aku berkata Aamiin

Kemudian, ketika aku menaiki anak tangga ketiga, lalu Jibril berkata ‘celakalah! Seorang hamba yang apabila disebutkan namamu, namun ia enggan bershalawat kepadamu’. Maka aku berkataAamiin”. (Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dikutip dalam at-Ta’liq ar-Raghib).

Apa Makna dari Doa Jibril Itu?

Berdasarkan hadis di atas, golongan yang didoakan celaka oleh malaikat Jibril dan di-aamiin-kanoleh Rasulullah Saw., ada 3, yaitu :

1. Doa Pertama : Celaka Bagi Orang yang Tidak Memuliakan Ramadan

Terlintas sejenak dalam benak kita, memangnya ada orang yang menjumpai bulan Ramadan, namun dia tidak mendapatkan ampunan dari Allah Swt.? Jawabannya, bisa saja ada. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan dan rahmat dari Allah Swt.

Mengapa Bulan Ramadan Sangat Mulia?

Beberapa di antara kemuliaan bulan Ramadan ialah Allah Swt., akan memberikan ampunan kepada seluruh hamba-Nya yang menunaikan ibadah puasa, seperti disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah Saw., yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah r.a.beliau Saw., bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري و مسلم)

“Barangsiapa yang mengerjakan puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap pahala dari Allah Swt., maka Allah Swt., akan mengampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. al Bukhari dan Muslim)

Salah satu penceramah terkemuka, Ustaz Adi Hidayat dalam sebuah kajiannya yang menukil dari shahih al Bukhari pada kitab ash shaum, pria yang akrab disapa dengan UAH itu menjelaskan tafsir dari hadits tersebut, seorang hamba akan diampuni segala dosa-dosanya di masa lalu jika meningkatkan kualitas puasanya.

Ada tiga syarat untuk meningkatkan kualitas puasa kita menjadi yang utama sehingga kita bisa meraih keutamaan apa yang telah disebutkan dalam hadis tersebut :

1) Dilakukan dengan penuh keimanan, 2) Ihtisab (Ikhlas dan evaluasi diri), 3) Dilakukan dengan niat yang benar.

Kemudian, kemuliaan Ramadan selanjutnya ialah, pada 10 malam terakhir terdapat malam yang sangat mulia lebih dari seribu bulan. Yaitu malam Lailatul Qadr yang mana jika seorang hamba beribadah pada malam ini, maka ia mendapatkan pahala seperti beribadah selama seribu bulan atau jika dikonversikan menjadi 83 tahun tanpa henti.

Dan masih banyak keutamaan lain yang jika kita bersungguh-sungguh mengerjakan amal kebaikan di bulan Ramadan ini, maka kita akan mencapai goals nya yaitu, menjadi hamba yang bertakwa.

Dengan demikian, maka sungguh amat celaka jika ada orang yang sudah diberikan bulan Ramadan oleh Allah Swt. untuk menghapuskan segala dosa-dosanya di masa lalu, namun ia tidak bisa menggunakan momentum tersebut, malah dia memperbanyak perbuatan maksiat saat bulan Ramadan, na’udzubillah.

Beberapa Tips agar Kita Tidak Termasuk ke dalam Golongan ini

1. Memperbanyak istighfar, terutama pada saat berpuasa hingga menjelang berbuka

2. Meningkatkan kualitas ibadah seperti yang telah disebutkan sebelumnya

3. Memperbanyak sedekah

4. Menghidupkan malamnya dengan Qiyamul Lail

2. Doa Kedua : Celaka Bagi Orang yang Tidak Memuliakan Orang Tua

Doa Jibril yang kedua ini, memerintahkan kita agar selalu memuliakan orang tua kita dan harus diperlakukan baik kepada keduanya sepanjang hidup. Allah Swt,, berfirman dalam Al Qur’an

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (Q.S Luqman [31] : 14).

Dari ayat di atas, Allah Swt. secara eksplisit sangat menekankan pentingnya bakti kepada orang tua, kecuali jika mereka mengajak kepada suatu kemungkaran. Selainnya kita diperintahkan untuk taat dan berbakti kepada mereka dalam segala situasi dan kondisi.

وَهِيَ تَجْرِيْ بِهِمْ فِيْ مَوْجٍ كَالْجِبَالِۗ وَنَادٰى نُوْحُ ࣙابْنَهٗ وَكَانَ فِيْ مَعْزِلٍ يّٰبُنَيَّ ارْكَبْ مَّعَنَا وَلَا تَكُنْ مَّعَ الْكٰفِرِيْنَ ۝٤٢

قَالَ سَاٰوِيْٓ اِلٰى جَبَلٍ يَّعْصِمُنِيْ مِنَ الْمَاۤءِۗ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ اِلَّا مَنْ رَّحِمَۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِيْنَ ۝٤٣

“Bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung-gunung. Nuh memanggil anaknya, sedang dia (anak itu) berada di tempat (yang jauh) terpencil, “Wahai anakku, naiklah (ke bahtera) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir”. Dia (anaknya) menjawab, “Aku akan berlindung ke gunung yang dapat menyelamatkanku dari air (bah).” (Nuh) berkata, “Tidak ada penyelamat pada hari ini dari ketetapan Allah kecuali siapa yang dirahmati oleh-Nya.” Gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah dia (anak itu) termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (Q.S Hud : 42-43)

3. Doa Ketiga : Celaka Orang yang Apabila Disebut Nama Rasulullah Saw, namun Ia Engggan Bershalawat

Shalawat merupakan bukti cinta dan rindu kita kepada baginda Rasulullah Saw. Bahkan Allah Swt bershalawat kepada beliau, dan juga memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Nabi Saw.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ۝٥٦

“Sesungguhnya, Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Q.S Al Ahzab : 56).

Namun, betapa celakanya orang-orang yang tidak bershalawat kepada beliau, ini menunjukkan kurangnya rasa cinta dan rindu kepada beliau. Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Orang yang sangat pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, ia tidak membaca shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi no 3469)

Kenapa Shalawat Sangat Penting?

  • Sebagai tanda cinta dan rindu kepada baginda Rasulullah Saw.
  • Sebagai tanda cinta dan rindu kepada baginda Rasulullah Saw .
  • Sebagai tanda apakah orang tersebut bakhil atau tidak.
  • Shalawat bisa menenangkan hati.
  • Tentang ini, ada fakta unik yang terjadi di masyarakat Mesir. Ketika mereka sedang marah, salah satu cara yang paling ampuh untuk meredamkan amarahnya ialah dengan menyuruh orang tersebut untuk bershalawat. (Novel ayat-ayat cinta, Habiburrahman el-Shirazy)
  • Agar bisa dekat dengan Rasulullah  Saw. kelak di hari akhir.

Hikmah Yang Dapat Kita Ambil

Tiga doa yang disampaikan oleh malaikat Jibril A.S mengandung peringatan yang besar untuk kita :

1. Hendaknya kita jangan sia-siakan peluang untuk meraih segala keutamaan dan kemuliaan di bulan Ramadan

2. Hendaknya kita jangan mendurhakai kedua orang kita, karena jika berbuat yang demikian, maka bersiaplah kebinasaan akan menimpa kita

3. Perbanyaklah bershalawat, karena dengan itu merupakan ekspresi cinta dan rindu kita kepada baginda Saw.

Semoga kita semua dijauhkan dari ketiga golongan dalam doa ini. Aamiin

Wallahu a’lam bishawaab

Daftar Pustaka

Al Qur’an : https://quran.nu.or.id/luqman/14

Al Qur’an : https://quran.nu.or.id/hud/42

Al Qur’an : https://quran.nu.or.id/al-ahzab/56

Shahih Bukhari : Kitab ash Shaum

Ceramah Ustaz Adi Hidayat : Amalan Spesial Ramadhan (Pembahasan Kitab Shaum) https://youtu.be/0XhnspGphaM?si=_0SbyIOX-K50ntEW

Novel “Ayat-ayat Cinta”, Habiburrahman el Shirazy

Website Kemenag, Tiga Doa Malaikat dan Amin Rasulullah https://kemenag.go.id/islam/tiga-doa-malaikat-dan-amin-rasulullah-p4i1s6

Website NU Online Jatim : Ciri Orang Pelit Menurut Rasulullah https://jatim.nu.or.id/keislaman/ciri-orang-pelit-menurut-rasulullah-GkZu2#:~:text=Artinya:%20Diriwayatkan%20dari%20Ali%20bin,(H.R.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses