Skip to main content

Pernah nggak sih kamu duduk di kelas, mendengarkan dosen menjelaskan teori, tapi di dalam hati kamu membatin, “Kayaknya minat asliku nggak di sini deh?”

Banyak dari kita yang mungkin terdampar di jurusan yang terasa sangat teoritis, padahal isi kepala kita bergemuruh dengan ketertarikan di bidang lain, entah itu strategi bisnis, pertumbuhan digital, atau dunia korporat yang dinamis. Rasanya seperti berjalan ke arah kanan, padahal kompas di hati menunjuk ke kiri.

Tapi tahu nggak sih? Berorganisasi tidak hanya sebatas untuk gaya-gayaan. Di sini kita akan belajar melalui praktik langsung.

Belajar ‘Ilmu Jalanan’ yang Nggak Ada di Silabus

Menjadi pengurus organisasi, apalagi jika kamu berada di pos strategis yang mengurus hubungan dengan pihak luar (Humas atau Public Relations), adalah cheat code atau jalan pintas menuju pembelajaran berharga.

Di ruang rapat dan saat berhadapan dengan instansi eksternal, kamu belajar banyak hal nyata, seperti bagaimana meyakinkan pihak luar untuk mau bekerja sama dengan kampus, bagaimana membawa citra diri dan nama organisasi di depan profesional, serta berpikir cepat saat plan A gagal total di hari H acara.

Ini adalah ilmu-ilmu marketing dan manajerial yang seringkali tidak kita dapatkan dari tumpukan buku di bangku kelas.

Tentu, realitanya nggak selalu seindah foto panitia setelah acara sukses. Lelahnya berorganisasi seringkali bukan karena kurang tidur, tapi karena menguras emosi menghadapi manusia.

Di organisasi, kesabaran kita akan diuji oleh rekan yang mungkin suka cari perhatian dengan cara yang bikin ilfil. Tapi tunggu dulu, semesta organisasi juga adil. Di tempat yang sama, kamu akan menemukan “penyelamat”.

Kamu akan bertemu sosok mentor atau senior yang dengan tulus mempercayai kemampuanmu, bahkan sebelum kamu membuktikan apa-apa. Kamu juga akan menemukan teman satu frekuensi, yang dengan obrolan ringan saja bisa membuatmu tersenyum refleks karena merasa klop.

Jadi, Buat Apa Capek-Capek Berorganisasi?

Sederhananya, “untuk menabung portofolio kehidupan”.

Posisi di organisasi kampus memang akan lengser. Namun, insting, ketangguhan mental, dan jejaring yang kamu bangun hari ini adalah tiket VIP-mu untuk menembus impian-impian besarmu nanti.

Untuk kamu yang penasaran ingin terjun langsung dalam organisasi tapi bingung mencari wadah yang sesuai, HIQMA hadir sebagai jawaban! Berlandaskan Al-Qur’an dan seni keislaman, HIQMA membentuk kader yang tidak hanya berkembang dari segi kemampuan praktik tetapi juga dari kerohanian.

            Jangan sampai terlewat pendaftarannya, ya!

https://pendaftaranhiqma2026.my.canva.site/pendaftaran-anggota-hiqma-2026

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses